orang baik pilih orang baik?

“saya pilih X karena X orang baik”, ujar salah seorang pendukung kandidat kepala daerah. ujaran ini mengingatkan pada tagline kampanye yang pernah diusung tahun 2014 lalu, “orang baik pilih orang baik”. 

sejujurnya, tagline ini tak sepenuhnya merepresentasikan realita. tak semua orang baik akan memilih orang baik. banyak orang baik justru memilih orang yang tidak baik karena motif tertentu. bisa jadi motifnya karena harta, tahta, wanita, terpaksa, malu, dsj. motif yang kontekstual.

motif-motif itu bagi sebagian orang baik bukanlah alasan untuk memilih orang yang tidak baik. tapi bagi sebagian orang baik lainnya, itulah faktanya.

lantas muncul pertanyaan, bagaimana bisa orang baik tidak berada pada motif yang sama? pada titik ini, saya berkesimpulan bahwa standar orang baik bagi setiap orang berbeda. ya, standar yang berbeda yang didasarkan pada perspektif yang berbeda pula. di sinilah motif setiap orang baik tidak dapat dipaksa-samakan.

setiap orang berhak mengklaim dirinya orang baik dan pilihannya adalah yang terbaik. itu asasi. tak perlu repot bersilat lidah memaksakan motif kebaikan pada orang baik lainnya. hormati pilihan orang baik karena orang baik sudah siap dengan segala konsekuensi pilihannya.

selamat memilih, orang baik!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s