never grow up


seperti biasa, dzuhur berjamaah di masjid diramaikan oleh anak-anak kecil. kegaduhan mereka terkadang membuat saya tersenyum. saat seusia mereka, saya tak sempat merasakan sholat berjamaah di masjid.

selepas dzuhur berjamaah, mereka menyalami satu per satu jamaah yang lebih tua. setelah itu langsung membentuk lingkaran dengan jumlah tertentu, serupa dengan halaqah/liqo. mereka mengaji.

tak ada beban dan permasalahan pelik di pikiran mereka. hal itu tervisualisasi pada wajah-wajah yang masih polos. sekolah, mengaji, bermain, menangis, tersenyum, tertawa. itu semua dilakukan dengan ketulusan. siklus hidup yang indah.

sebuah video sepak bola komersil yang dibintangi oleh eric cantona pernah mengkampanyekan taglinenever grow up“. mungkin anak-anak itu tak perlu bertumbuh dewasa agar ketulusan itu tetap ada, agar siklus indah itu tetap terjaga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s