part 1 : tentang gaya kepemimpinan

kepemimpinan adalah pengaruh, tidak lebih dan tidak kurang”, itulah ujaran John C. Maxwell, penulis buku 21 Hukum Kepemimpinan.

dalam rentang waktu 1 tahun ini, organisasi di tempat saya mengais sebongkah berlian sudah dipimpin oleh dua orang hebat. saya bersyukur dikondisikan oleh Tuhan untuk berada pada satu sistem yang sama dengan mereka. Tuhan memberikan kans kepada saya untuk dipengaruhi secara positif oleh sosok pemimpin hebat itu.

yang pertama, pak Badar, menerapkan gaya kepemimpinan kerja disiplin, cepat dan tuntas. yang sangat melekat dalam memori saya, gaya kepemimpinan itu termanifestasi pada kedisiplinan kerja dan penerimaan cpns formasi umum 2014.

selama tidak ada kepentingan dinas luar, beliau selalu hadir sebelum pukul 07.30 WIB. apel pagi rutin dilaksanakan. dalam hal pulang kerja pun, beliau tepat waktu (pukul 16.00 WIB atau 16.30 WIB).

saya teringat pada satu waktu, hari jumat sekitar pukul 16.10 WIB dengan kondisi kantor yang sudah mulai sepi (baca: sudah banyak yang pulang kerja), beliau kedatangan tamu. sembari berjalan mengantar tamu ke ruangannya, beliau menyempatkan untuk membuka pintu ruangan saya dan mengatakan kepada tamu tersebut, “lihat pak (sembari menunjuk ke arah saya), dia cpns baru dan selalu pulang tepat waktu”. karena hari itu adalah hari jumat, maka jam kerja sampai dengan pukul 16.30 WIB. saya hanya tersenyum mendengar perkataan itu. dalam perspektif saya, di satu sisi perkataan tersebut adalah bentuk kebanggaan beliau atas nilai kedisiplinan yang selalu ditanamkan kepada stafnya dan di sisi lain, perkataan tersebut adalah semacam nasihat implisit bagi stafnya untuk selalu disiplin (dalam konteks ini, pulang tepat waktu). dalam aspek kedisiplinan, beliau telah memimpin dengan keteladanan, lead by example.

pada kegiatan penerimaan cpns formasi umum 2014, kabupaten musi rawas termasuk salah satu instansi yang cepat dalam penyampaian informasi dan cepat dalam pelaksanaan rangkaian penerimaan cpns. dua hal tersebut yang kemudian melatarbelakangi saya (dan teman-teman seangkatan) untuk memilih musi rawas sebagai pelabuhan dalam pencarian rezeki.

itulah legacy beliau yang betul-betul saya kagumi. terima kasih pak Badar.

yang kedua, part 2 : tentang gaya kepemimpinan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s