anti politik?

dulu ada seseorang yang pernah menasihati saya untuk tidak anti politik. muncul pertanyaan di benak saya untuk merespon nasihat tersebut, “apakah saya anti politik?” untuk menjawabnya, mari kita flashback

saat SD, bacaan utama saya adalah koran. sepulang sekolah, saya selalu menyempatkan diri membaca koran. berita politik dan olahraga adalah kategori berita favorit (sampai detik ini) walaupun saat itu saya tak terlalu paham keduanya. hitung-hitung, menambah wawasan dan kemampuan membaca.

di bangku SMP, saya terjun ke dunia politik sekolah melalui OSIS. saya menjadi salah satu kandidat ketua OSIS. pemilihan saat itu menggunakan sistem voting perwakilan kelas. yang mempunyai hak suara adalah pejabat teras kelas. hasil voting tak memihak saya, berselisih satu suara dengan pemenang saat itu, Daniel. Daniel dilantik menjadi ketua OSIS dan saya menjadi wakilnya.

saat SMA, saya kembali mencoba peruntungan di pemilihan ketua OSIS. hanya ada dua calon. voter adalah seluruh siswa. hasilnya? saya menang mutlak. Putra, kompetitor saat itu, hanya mendapatkan 6 suara. sisanya memilih saya.

di perkuliahan, antusiasme saya untuk terjun ke politik kampus di-trigger oleh presiden BEM ITTelkom, kak Dewa. kebetulan beliau satu kampung dengan saya. saya mencalonkan diri sebagai presiden mahasiswa BEM Politeknik Telkom. rival saya, Geni, adalah teman satu kos. hasil perhitungan suara menempatkan Geni sebagai pemenang. dia dilantik sebagai presiden mahasiswa dan saya direkrutnya sebagai menteri pendidikan dan kaderisasi.

di kampus inilah saya pernah berinteraksi dengan teman-teman yang memiliki pandangan politik yang heterogen. ada yang “islamis”, ada yang “nasionalis”, bahkan ada yang “anarkis” (anarkis dalam makna yang sebenarnya).

oke, itu untuk politik dalam lingkup sekolah dan kampus. lantas bagaimana dengan politik dalam lingkup negara?

untuk politik dalam lingkup negara, saya bukan pelakon. saya hanya penikmat dengan segala keterbatasan pengetahuan yang saya miliki.

saya tak absen untuk membaca berita politik terbaru. saya juga tidak anti dengan tulisan-tulisan dan opini politik di berbagai media. tapi saya bukan orang yang gampang ditipu oleh buzzer online yang dipakai oleh pejabat di negeri ini🙂

* * *

jadi, dari cerita saya di atas, apakah saya seseorang yang anti politik?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s