Claudio Ranieri, Sang Kreator Epos Nan Indah Itu

Kiprah Leicester City musim ini adalah sebuah epos. Epos yang sangat indah. Claudio Ranieri menjadi orang yang paling bertanggungjawab atas epos indah itu. Bak sebuah adagium, The Man Behind The Gun. Dialah aktor dibalik “senjata” seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez, dll.

Pelatih berkebangsaan Italia ini boleh menanggalkan julukan yang selama ini melekat pada dirinya, Mr. Runner Up. Ya, Ranieri bukan lagi Mr. Runner Up. Ia telah berhasil menghadiahi gelar Liga Inggris pertama bagi Leicester City.

Tak ada yang mengira. Berstatus “David” di awal musim, Leicester City dibawanya merusak hegemoni “Goliath” semacam Manchester United, Manchester City dan Arsenal. Ia membawa pasukannya mengjungkalkan semua prediksi pundit sepakbola.

Ranieri juga dijuluki Mr. Niceman karena keramahan dan kebaikannya. Kebaikannya kepada ibunya pun menjadikan ia orang terakhir dalam timnya yang tahu Leicester juara. Pasalnya, mantan Allenatore Juventus ini menemui ibunya di Italia pada hari digelarnya laga “penentuan” antara Tottenham vs Chelsea.

“Aku ingin menyaksikan pertandingan (Tottenham vs Chelsea), tapi aku masih dalam perjalanan pulang dari Italia. Aku ingin bertemu dengan ibuku yang sekarang berusia 96 tahun dan pergi makan siang dengannya. Aku akan pulang di waktu yang sama dengan pertandingan tersebut. Jadi aku tidak akan tahu hasilnya. Namun, saat mendarat, aku akan mendengarnya.” ujar Ranieri yang dikutip dari The Guardian.

Ia pun dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Contohnya, musim ini sejatinya ia hanya menargetkan lolos dari degradasi. Tidak ada target juara. Dengan sihirnya, justru capaian Leicester City melampaui target.

Untuk musim depan ia kembali tidak memasang target tinggi, hanya bertahan di sepuluh besar klasemen. Dengan mantra sihirnya, “Dilly ding, dilly dong!”, bukan tidak mungkin ia mengulangi kisah sukses musim ini.

Apapun itu, kebahagiaan adalah ganjaran yang laik bagi warga kota Leicester. Mereka pantas berlarut dalam euforia dan puja-puji sudah seharusnya terucap kepada sosok kreator epos nan indah itu, Claudio Ranieri. Selamat Ranieri, Selamat Leicester City!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s