tentang kabut asap

sudah dua hari ini saya pulang kampung. kabut asap di sini semakin menggila. jarak pandang sangat terbatas. udara semakin tak sehat. air semakin sulit didapat.

kondisi seperti ini repetitif dari tahun ke tahun. pemerintah nampaknya belum berhasil dalam melakukan upaya preventif dan represif. semacam keledai, yg jatuh ke lubang yang sama di setiap tahun.

bila diakumulasi & divisualisasi, keluhan masyarakat mungkin menyerupai gunung himalaya. tak terkira. berharap solusi konkret dari tukang perintah (baca: pemerintah), makin jauh panggang dari api. 

pada akhirnya, aspek spiritual adalah sugesti yang menenangkan hati di tengah kondisi yang menyedihkan ini. cobaan ini masih di bawah ambang batas kemampuan kita. hanya menunggu, sembari semakin menaatkan diri pada-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s