memaki di dunia maya

jogja dan bandung, dalam 1-2 bulan terakhir menjadi korban makian 2 anak muda. memaki di dunia maya tengah menjadi buah bibir. untuk kasus ini, saya memiliki perspektif :

– orang tua mana yang tak iba melihat kelakuan anaknya memaki orang lain secara kasar?

– kritik, dengan atau tanpa solusi, wajib disampaikan secara santun. negara kita secara konstitusional menempatkan “ketuhanan” di urutan pertama dan saya yakin, tak ada satupun nilai-nilai ketuhanan yang mengajarkan ketidaksantunan.

– makian, apapun alasannya, tak selaiknya diobral kepada khalayak. kita harus mampu mengontrol diri agar dapat mengekspresikan emosi melalui medium yang lebih tepat dan lebih bijak.

– kasus di jogja dan di bandung diharapkan mampu memberikan efek kejut, efek jera dan pembelajaran bagi kita semua.

– menjaga lisan, sudah diwanti-wantikan tuhan beribu tahun lalu. tidakkah kita sadar?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s