pelajaran dari pakbeye

terlepas dari segala kekurangan dan keterbatasannya dalam memimpin negeri, ada pelajaran bagus yang diberikan oleh pakbeye dalam menyikapi hasil pemilu presiden (pilpres). cmiiw, saat lembaga quick count memenangkan beliau pada pilpres 2009 lalu, pakbeye tidak mengklaim, tidak mendeklarasikan dan tidak merayakan kemenangan tersebut. pakbeye lebih memilih untuk menunggu hasil secara resmi dari kpu. sikap yang sungguh terpuji. salut untuk kebijaksaan pakbeye.

beda halnya dengan capres 1 jari dan 2 jari. karena nafsu kekuasaan yang tak tertahan lagi, begitu hasil quick count dirilis, deklarasi kemenangan langsung digaungkan. pesta kemenangan di gelar dan rasa syukur pun sudah disujudkan. ojo kesusu, mas!

– – – – –

di sisi lain, hiruk-pikuk pilpres kali ini telah melahirkan jutaan pengamat politik dadakan level media sosial. buzzer atau bukan, mereka tak henti-hentinya mendukung capres idola dengan merendahkan capres pesaing. isi lini masa hanya tentang copras-capres. saya berpikir positif saja, mereka-mereka itu :

1. menggantungkan isi perutnya dari hajatan pilpres.
2. kurang piknik.
3. terlalu serius.

padahal, 10 tahun sudah pakbeye memimpin negeri ini dan memberikan pelajaran ihwal kesantunan dalam berpolitik. namun pengamat politik dadakan level media sosial abai dan telah terbutakan oleh kekurangan pakbeye semata.

begitulah. sekian.

2 thoughts on “pelajaran dari pakbeye

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s