pileg di negeri x

ini cerita pileg di negeri x. di negeri x, untuk mendapatkan suara pada pemilu, setiap kepala konstituen memiliki harga. termurah rp.20.000, termahal rp.300.000.

penentu harga adalah kekuatan finansial setiap caleg. caleg yang memiliki kekuatan finasial superior, dapat membeli suara per kepala senilai rp.100.000-rp.300.000. caleg yang minim kekuatan finansial, membeli suara dengan harga murah.

harga konstituen juga ditentukan tingkat kesejahteraan konstituen. konstituen yang tingkat kesejahteraannya tinggi, memiliki label harga rp.200.000-rp.300.000.

bicara modal, ada caleg kabupaten yang bermodal uang sebesar rp.1,5 miliar. ada caleg provinsi yang bermodal rp.100 juta. ada caleg pusat yang bermodal rp.1,5 miliar.

secara garis besar, caleg yang memiliki modal berlimpah, mempunyai kans yang sangat besar untuk mendapatkan kursi legislatif. namun ada yang kontradiktif. ada satu caleg yang bermodal besar, menargetkan 100 suara di satu desa dengan membeli suara per kepala rp.100.000. total ia mengeluarkan rp.10 juta untuk desa itu. tragisnya, ia hanya mendapatkan 2 suara. menangis darah lah ia!

yang bernasib “baik”, ada caleg yang membeli suara dengan harga murah dan berhasil mengantarkannya ke “kemakmuran” untuk 5 tahun ke depan. yang bernasib terbaik dan paling baik adalah ada caleg yang tak membeli suara namun tetap melenggang mulus ke kursi dewan. berkah berlimpah untuknya.

kata orang yang hanya bisa bicara politik (baca : pengamat politik), pemilu di negeri x kali ini adalah pemilu yang sangat transaksional. ada suara, ada harga. lo jual, gue beli. begitulah faktanya.

bagi caleg yang bermodal besar dan sukses menjadi aleg, “kewajiban” pertamanya tentu mengembalikan modal yang besar itu. minimal mencapai break event point. tingkat pemenuhan “kewajiban” ini akan sangat tinggi, mengingat banyak caleg/aleg yang bermodal besar.

lantas, apakah tingginya tingkat pemenuhan “kewajiban” akan berkorelasi linear dengan tingkat korupsi? hanya tuhan dan lembaga pemberantas korupsi yang bisa membuktikannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s