caleg cari simpati

di acara kondangan pernikahan itu, berbondong-bondong masyarakat hadir. yang hadir tentunya mereka yang telah diundang oleh tuan rumah. satu per satu tamu undangan menyalami panitia penerima tamu, lalu diantarkan ke tempat duduk oleh panitia pengantar tamu.

namun ada satu tamu yang cukup menarik perhatian. dengan memakai jas, ia bergaya laiknya seorang pejabat. ia lontarkan senyum manis penuh keramahan. ia duduk di kursi deretan terdepan.

ada tamu yang berbincang, terdengar oleh saya. ternyata eh ternyata, orang itu adalah caleg. di perbincangan itu, terungkap fakta bahwa ia (caleg) dalam kesehariannya sangat jarang menghadiri kondangan. “tumben”, begitu kata tamu yang sedang berbincang itu.

– – –

waktu kampanye calon anggota legislatif (caleg) memang telah tiba. pelbagai cara dilakukan untuk menarik simpati masyarakat pemilih.

yang dalam kesehariannya jarang bersosialisasi, tetiba tampil mengenakan topeng keramahan dan kepedulian di lingkungan konstituennya. sangat banyak caleg bertipikal seperti ini. banyak!

namun, caleg seperti itu biasanya tak menarik bagi konstituen. mereka -konstituen- paham mana caleg yang benar-benar tulus peduli dan mana yang benar-benar badut peduli. mereka paham, mana caleg yang karakternya orisinal dan mana caleg yang karakternya artifisial. mereka juga paham, mana caleg yang bila terpilih akan tetap setia mendampingi mereka dan mana yang sebaliknya. mereka paham.

– – –

sejatinya, simpati masyarakat akan mengalir deras bila karakter caleg seutuhnya baik. baik yang sebaik-baiknya, bukan by design dan by event.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s