kritik+solusi = wajib?

assalamualaykum wr wb

terkadang saya merasa geli bila ada pemimpin suatu organisasi yang melontarkan argumen-argumen seperti, “jangan cuma bisa kritik, kasih solusi juga!” atau begini,”bisa mengkiritk, bisa ngasih solusi juga dong!” dan sebagainya.

bagi saya itu tak elok. argumen-argumen itu justru telah merendahkan kapasitas pemimpin itu sendiri. mereka telah mereduksi peran mereka sendiri.

semua orang sepakat bila pemimpin = problem solver. ya, pemimpin adalah orang yang pandai melahirkan solusi. lah, kalau pemimpinnya dikritik lantas meminta solusi kepada orang yang mengkritik, terus pemimpinnya bisa apa? mereka diberikan amanah sebagai pemimpin karena institusi/konstituennya percaya bila ia mampu menjadi problem solver. bukan malah anti kritik dan mengemis solusi.

jadi begini. khalayak bebas mengkritik tanpa solusi. mengapa? karena mereka yang mengkritik hanya bisa mengidentifikasi permasalahan. mereka hanya melihat kulit luar. wajar lah bila mereka tak menyertakan solusi. yang patutnya paham permasalahan dan kondisi internal organisasi adalah pemimpin. pemimpin lah yang berkewajiban mengidentifikasi solusinya!

kritik+solusi = wajib? tidak! boleh hanya mengkritik saja. boleh juga mengkritik disertai solusi.

akan saya tertawakan pemimpin-pemimpin organisasi yang masih mengatakan, “jangan cuma bisa kritik, kasih solusi juga!” atau begini,”bisa mengkiritk, bisa ngasih solusi juga dong!” dan sebagainya. akan saya hardik pemimpin-pemimpun itu.

itulah pemimpin-pemimpin yang tak tau tanggungjawab dan terima kasih😀

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s