kelakuan!

assalamualaykum wr wb

ini tulisan pertama saya ihwal sfc yang akan saya kategorikan dalam ‘laskar wongkito’ dan dapat diakses di menu ‘laskar wongkito’.

selasa malam, 2 desember 2013, tetiba ada sebuah kabar yang cukup mengejutkan. kabar ini ihwal pengunduruan diri il capitano, ponaryo astaman. dilansir dari laman sripoku, pengunduran diri ini dipicu ketidaknyaman sang kapten terhadap sikap manajer sfc yang terkesan ingin melepasnya. padahal, secara kontrak, sang kapten telah diikat 2 tahun. presiden sfc pun menegaskan kontrak ponaryo tetap 2 tahun.

melihat kejadian itu, saya dan tentunya pecinta sfc lainnya untuk kesekian kalinya dibuat kesal dengan kelakukan abcdefgh! kelakuan! apakah karena ponaryo melakukan aksi pemogokan musim lalu? apakah karena ponaryo salah satu pioner APPI yang notabene getol menyuarakan pembelaan terhadap hak pemain?

imho, secara legalitas, manajer tak dapat berbuat apa-apa terkait kontrak ponaryo karena presiden klub secara gamblang telah menegaskan bahwa kontrak ponaryo tetap 2 musim. harusnya, manajer patuh terhadap keputusan presiden klub. jangan mengambil manuver yang justru merusak keharmonisan tim.

manajer harus paham, dalam sebuah tim profesional dan berprestasi, hampir dipastikan selalu ada pemain berpengalaman. pemain berpengalaman inilah yang memberikan warna ketenangan, kematangan dan menaikkan moral pemain lainnya.

juve dengan gianluigi buffon & andrea pirlo, as roma dengan totti, inter milan dengan javier zanetti, barcelona dengan carles puyol, real madrid dengan iker casillas, munchen dengan philip lahm, manchester united dengan ryan giggs, liverpool dengan steven gerrard, chelsea dengan frank lampard, dan masih banyak tim lainnya yang tetap mempertahankan pemain berpengalaman mereka.

apalagi ponaryo pernah berstatus kapten timnas indonesia dan salah satu gelandang tengah terbaik. lihatlah komentar anis nabar terkait keputusannya bergabung ke sfc : “Saya juga lihat ada bang Ponaryo di SFC, dan berharap bisa berlajar banyak dari para senior.”

harus insaf! keutuhan dan keharmonisan tim adalah yang utama. dosa musim lalu adalah tanggung jawab manajemen, bukan tanggung jawab pemain yang melakukan aksi pemogokan. aksi pemogokan adalah reaksi. ingat hukum newton iii, aksi-reaksi.

presiden klub pun harus tegas. lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja personel manajemen. siapapun yang tak profesional dan dianggap dapat merusak keharmonisan tim, harus langsung dikenakan sanksi. jangan biarkan menjadi parasit.

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s