“ingin populer?”

assalamualaykum wr wb

di ruangan itu, saatnya sesi tanya-jawab. salah seorang perempuan berjilbab dipersilahkan oleh moderator untuk bertanya.

“apa tujuan sebenarnya anda mencalonkan diri sebagai ketua osis?, apakah anda ingin populer?”. begitulah pertanyaannya sambil disambut riuh-rendah dan tepuk tangan dari audience lain.

itu pertanyaan yang paling menusuk yang saya terima pada saat acara debat kandidat ketua osis di sma saya. saya katakan bahwa secara prinsip saya tidak suka popularitas, tidak suka menjadi pusat perhatian. saya tipikal pemalu. terkait niat, seperti yang senantiasa diucapkan anies baswedan, saya ingin turun tangan berkontribusi di masa perintisan osis di sma ini.

di satu pagi saya membuka social media facebook, di sana saya jumpai banyak status yang sedikit mengganggu rassa nyaman saya dalam ber-socmed. status seperti : at universal studio singapore, at bali, flight to thailand, flight to medan, dan sejenisnya.

membaca status itu, lintasan pikiran liar saya bertanya, “apa tujuan sebenarnya anda membuat status demikian? apakah anda ingin populer?”. serupa dengan pertanyaan yang pernah saya terima. yap! saya masih bingung, apa tujuan mereka membuat status yang mendeskripsikan tempat dan atau tujuan perjalanan mereka.

pentingkah untuk diketahui khalayak ihwal keberadaan kita? atau ingin memberikan inspirasi bagi orang lain? atau ingin memberikan manfaat bagi orang lain? atau itu sejenis pengumuman? atau sudah merasa menjadi public figure? atau ingin menunjukkan betapa “wah”nya hidup mereka? atau ingin sombong?  jadi untuk apa? apa? apa? apa?

pertanyaan-pertanyaan itu hanya berkutat sebatas pertanyaan. saya tak mau memvonis jawabannya yang berujung pada prasangka. astaghfirullah.

saya sendiri berusaha mengontrol kegiatan social media. saya tak memiliki keinginan untuk membuat pengumuman keberadaan saya dan atau tujuan perjalanan saya pada saat itu juga. bagi saya, itu privasi. ya, privasi. saya lebih memilih untuk menuangkannya dalam bentuk cerita di blog dan pastinya itu sudah terjadi, bukan saat itu juga.

lagipula, saya lebih menyukai kerja dalam hening. berbuat dalam senyap. gerilya. semua orang tak perlu tahu apa yang saya lakukan. semua orang pun tak perlu tahu apa yang saya dapatkan. terkecuali keluarga dan sahabat.

jadi, ingin popoler? dengan lantang saya katakan, TIDAK! heuheuheu😀

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s