belajar dari kakek

assalamualaykum wr wb

silaturahim ke saudara, itulah ritual yang selalu saya dan keluarga saya jalani. lebaran pertama, silaturahim ke saudara mamak saya. nah kali ini silaturahimnya penuh cerita sejarah tentang kakek saya (bahasa desa mamak saya, gede).

kakek saya sudah lama sekali meninggal. mamak saya pun sulit mengenang wajahnya. beliau meninggal  ketika usianya lebih kurang 50 tahun dan ketika usia mamak masih dibawah 5 tahun.

cerita diawali dengan kalimat, “kakekmu dulu orang kaya dan dermawan”. cerita berlanjut. kakek saya seorang wirausahawan. mulai dari pedagang, peternak sapi, tauke karet, dan masih banyak bisnis lainnya yang beliau tekuni. kesemua bisnisnya pun berbuah keberhasilan. keluarga kakek hidup dalam keadaan serba berkecukupan.

satu hal yang paling dikenang warga desa, kakek adalah dermawan. dahulu warga desa yang tak punya materi untuk menikah datang ke kakek saya untuk dinikahkan dan beliau dengan senang hati membiayai. total ada sekitar 7 pasang suami-istri yang beliau nikahkan. lumayan banyak ya.

kekayaan dan kedermawanan. itulah yang dikenang dari kakek saya. 2 hal yang memang sangat mulia ketika dimanfaatkan untuk kemuliaan.

begitulah orang baik, berkumpul bersama Tuhan tatkala masih muda dan dikenang  manusia dengan kebaikan-kebaikannya.

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s