Pada Suatu Hari Pendzaliman

assalamualaykum wr wb

sore itu, saya sudah punya firasat buruk namun apalah daya tatkala bujukan menghampiri begitu dahsyat. sayapun melangkahkan kaki dengan penuh kewaspadaan menuju ruang rapat. tapi saya juga tetap berpikir positif bahwa segala sesuatu akan baik-baik saja. saya sampaikan salam, semua orang besar sudah duduk pada tempatnya. rapat dimulai  namun dari orang-orang besar itu terpancar aura negatif. senyum yang mereka lontarkan seakan penuh misteri. tetiba, mereka diam. dengan satu aba-aba dari kepala suku, mereka dengan langkah seribu menangkap saya bak saya baru saja maling pakaian tetangga. harta saya dilucuti satu per satu. tangan dan kaki saya diikat. saya  pasrah dan tak berdaya. nampaknya firasast buruk saya semakin mendekati kenyataan. meereka membawa saya ke satu pohon yang seukuran tubuh saya. mereka ikatkan tubuh saya dipohon itu dengan penuh kebringasan.

semua orang nampak tertawa dengan penuh sukacita. diantara mereka sudah memiliki peralatan tempur nan super canggih di tangan masing-masing. baaaammmmm…salah satu dari mereka mendaratkan senjata pemusnah masal sejenis telur busuk tepat dibagian ubun-ubun kepala saya. pusing tak terkira yang saya rasakan. serangan dimulai! seketika itu juga mereka secara bertubi-tubi melancarkan serangan ke seluruh tubuh saya. ada yang melancarkan serangan bubuk mesiu sejenis tepung yang membuat mata saya perih. ada yang menyiram saya dengan air beracun dari keran air di sekitar tempat eksekusi saya. ada yang kembali melancarkan senjata pemusnah masal. serangan datang silih berganti secara membabi-buta. saya didzalimi!

tawa puas bahagia nampak terdengar sayup dari suara mereka. ah..sore itu saya benar-benar disiksa. tak ada rasa iba bagi saya. pendzaliman itu terjadi lebih kurang 30 menit. selepas peristiwa itu, dengan langkah gontai saya bersihkan tubuh saya. dibopong oleh salah seorang sahabat, saya kembali ke rumah.

ternyata saya hanyalah korban pertama, hari-hari berikutnya korban terus berjatuhan. yang terparah adalah dilemparnya korban ke lubang buaya seukuran danau galau…

sore itu, tepat tanggal 16 juni 2010. hari dimana saya didzalimi. saya takkan melupakan kenangan pahit itu. baju yang saya pakai saat peristiwa pendzaliman itu masih tersimpan dan menjadi saksi bisu.  saat inipun, 16 juni 2013, saya tetap mengenangnya sebagai hari pendzaliman sedunia.

pelakunya adalah tuan-tuan dan nona-nona semut rangrang. hahaha😀

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s