Betapa Sengsara Menjadi Pasif

assalamualaykum wr wb

awalnya saya ingin menuliskan judul tulisan ini “betapa sengsara menjadi perokok pasif” tapi karena saya tidak suka menyebut diri saya sendiri dengan kata “perokok”  walaupun itu pasif jadi kata tsb saya hapuskan🙂

akhir-akhir ini saya menjadi korban tirani mayoritas. yup tirani mayoritas perokok. di lingkungan kost, saya minoritas. hampir 90% teman kost saya perokok. di lingkungan kampus pun tak jauh berbeda. sebenarnya saya tak akan ‘usil’ dan ‘mendakwahi’ para perokok tentang bahaya merokok karena informasinya sangat banyak dan gampang diakses. di bungkus rokok pun ada. dengan membwli dan mengonsumsinya, artinya mereka telah bersepakat dengan diri mereka sendiri untuk menerima resiko merokok. mereka secara sadar siap untuk menderita kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan pada kehamilan dan janin. oke sampai poin ini saya tidak terusik. yang justru membuat saya banyak mengucap istighfar ialah karena mereka merokok di hadapan  saya. yang paling berbahaya kan asap rokok yang mereka keluarkan secara langsung telah mengotori udara dan pada akhirnya saya bukan menghirup oksigen tapi asap rokok. bahaya kah asap rokok? Dalam asap rokok terdapat 4.000 bahan kimia dan gas berbahaya yang bersifat karsinogenik seperti nikotin, arsen, tar, aseton, natilamin, dan cadmium. oh, betapa sengsara.

Karsinogenik adalah sifat mengendap dan merusak terutama pada organ paru-paru karena zat-zat yang terdapat pada rokok. Sehingga paru-paru menjadi berlubang dan menyebabkan kanker.

nah! sepertinya mereka tidak punya rasa empati dan toleransi. jika memang ingin ‘menderita’ penyakit ya silakan untuk diri sendiri, jangan bagi-bagi ke orang lain. merokok di ‘komunitas’ perokok atau di smoking room lebih saya hargai daripada merokok di lingkungan orang anti rokok. mengetuk pintu empati dan toleransi perokok aktif sangatlah susah. faktanya,  ‘kenikmatan’ yang mereka dapat melalui rokok, harus didapatkan pada saat itu juga, tanpa memikirkan yang tidak menginginkan ‘kenikmatan’ itu.

kalau sudah begini, mau tidak mau ya saya harus melakukan proteksi ekstra terhadap diri saya. mengonsumsi vitamin+antioksidan dan berolahraga rutin menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan. kalau tidak dilakukan, bisa-bisa saya jadi korban asap rokok -naudzubillahi-. di masa depan, saya sudah ikrarkan bahwa keluarga saya (istri & anak) adalah keluarga sehat tanpa rokok, wajib! hehee…

bagi anda perokok aktif yang membaca tulisan ini, saya sarankan silakan merokok di kala anda sendiri atau di smoking room atau di ‘komunitas’ perokok. bila anda merokok di hadapan orang yang anti rokok, mohon untuk berempati dan bertoleransi untuk tidak menyebarkan penyakit ke orang tersebut. oke😀

wassalamualaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s