‘Loeb, Rossi dan Federer’

assalamu’alaykum wr wb

Sebastian Loeb, Valentino Rossi dan Roger Federer. apa persamaan ketiganya? mereka adalah manusia rekor! Loeb membukukan catatan 8 kali beruntun juara dunia world rally championship, Rossi mengoleksi 7 gelar juara dunia motogp dan federer meraih total 17 gelar grand slam tenis. dunia pun melabeli mereka sebagai legenda.

keberuntungan berpihak kepada saya ketika saya ditakdirkan Tuhan untuk menikmati hidup di era legenda hidup seperti Loeb, Rossi dan Federer. Inspirasi! ya, mereka secara tidak langsung telah mengilhami perjuangan hidup saya. mereka telah memengaruhi intrik-intrik saya dalam menggapai cita.

dari mereka saya belajar tentang keilmuan. tak mungkin mereka mampu membukukan rekor fantastis tanpa ditunjang keilmuan yang mumpuni di bidangnya masing-masing. keilmuan yang semakin mumpuni inilah yang membawa mereka kepada konsistensi. dan bagi saya, inilah yang mayoritas belum dimiliki oleh kompetitor mereka. sehingga implikasinya sangat jelas, mereka ‘memonopoli’ gelar juara di bidang dan eranya masing-masing. dalam aspek agama pun, junjungan saya pernah mengatakan bahwa bagi siapapun yang menginginkan dunia maka dengan ilmu, menginginkan akhirat maka dengan ilmu, dan menginginkan keduanya (dunia & akhirat) maka dengan ilmu. belajar, belajar dan belajar, itulah yang saya yakini yang terus mereka upayakan agar keilmuan semakin matang. begitupun dengan saya, di era teknologi informasi ini, ilmu berserakan dimana saja. harus cermat dan determinan dalam memungutnya🙂

dari mereka saya belajar tentang ketenangan. bagi saya, mereka bertiga merupakan simbol ketenangan di dunia olahraga. sangat jarang melihat mereka panik dalam kondisi sesulit apapun. dengan senyum khas ketiganya, segala tantangan yang ada seakan ‘pamit’ dengan sendirinya. ketenangan membawa serta kematangan mental & fokus yang dalam perjalanannya senantiasa menemani sang empunya. untuk memiliki ketenangan bukanlah perkara mudah, kuncinya ada pada kemampuan kita dalam mengenali diri kita sendiri. ketika kita mampu mengenali diri dengan baik, maka akan berbanding lurus dengan kemampuan kita untuk mengontrol diri. jangan pula dilupakan, bahwa barangsiapa yang mengenali idirinya, maka ia mengenali Tuhannya🙂

dari mereka saya belajar tentang kesempurnaan. lihat saja torehan prestasi fenomenal mereka, itulah kesempurnaan! prestasi melahirkan kesempurnaan. kata apa yang tepat untuk menggambarkan hegemoni kesempurnaan mereka di bidang dan eranya masing-masing? ah..tak perlu repot-repot untuk mencari kata yang tepat. yang tak terungkap dan yang tak terkata jauh lebih indah. ini menjadi poin penting dalam pemikiran saya, adalah penting bagi saya untuk menghadirkan kesempurnaan melalui prestasi-prestasi hidup🙂

saya ingin menjadi Loeb, saya ingin menjadi Rossi dan saya ingin menjadi Federer. saya ingin menjadi ketiganya. ketiganya telah mengajari tiga hal penting kepada saya, keilmuan, ketenangan dan kesempurnaan. saya ingin terus belajar, saya ingin mengenal diri saya secara utuh dan saya ingin menorehkan prestasi hidup.

pada akhirnya, itu semua akan bermuara pada satu hipotesa ngawur saya yang harus saya buktikan : “(paling tidak) saya adalah legenda untuk diri saya”.

wassalamu’alaykum wr wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s