DIY Masuk 10 Besar Kota Bebas Korupsi di Asia

assalamualaikum wr wb

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kota terbersih di Indonesia dan 10 besar di Asia dari sisi kasus korupsi. Hal itu dinyatakan oleh Kepala Kantor Wilayah Pajak Yogyakarta, Djangkung Sudjarwadi, saat meresmikan Pencanangan Sensus Pajak Nasional di Wonosari, Jum’at (30/9) lalu.

“DIY kota terbersih dan masuk 10 besar di Asia versi Global Corruption Index,” katanya pada Wartawan.

Di tingkat nasional, lima Kabupaten DIY menjadi 10 besar kota terbaik dalam pajak. Kota Wonosari menjadi juara pertama dalam Kepatuhan Penyampaian SPT Tahunan Pajak PPh. Keempat Kabupaten lain antara lain Bantul, Sleman, Kulonprogo, dan Kota Yogyakarta.

Terkait Sensus Pajak Nasional (SPN), Djangkung mengatakan, target di DIY adalah 30ribu wajib pajak. Menurutnya, sebelum pencanangan SPN pun, peningkatan wajib pajak yang melapor sudah sangat besar. SPN lebih dititikberatkan untuk sosialisasi dan sarana edukasi bagi wajib pajak. sumber

ada rasa bangga dan kagum terhadap prestasi dari provinsi yang dirajai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. DIY secara serius telah berupaya untuk mewujudkan tata-kelola pemerintahan yang baik. bagaimana dengan daerah-daerah lain? perubahan akan efektif jika ada yg menjadi role-model dan DIY telah menjadi role-model. prestasi ini sudah selayaknya menjadi trigger bagi daerah-daerah lain agar bisa menyamai atau bahkan melebihi prestasi tersebut. implikasinya jelas, kesejahteraan akan tercapai.

korupsi bukanlah penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan. bagi orang yang berpikir waras, korupsi bisa diberantas sampai ke akar-akarnya. caranya?

  1. diperlukan pemimpin-pemimpin yang BERANI melawan arus, BERANI menegakkan panji-panji kebenaran, pemimpin yang hanya menjadi ‘antek-antek’ Sang Pencipta, bukan antek-antek lain.
  2. ganti sistem/birokrasi/’kapal’ yang membuka banyak celah untuk korupsi
  3. penegakkan supremasi hukum secara TEGAS (hukum yang memberikan efek jera)
  4. masyarakat madani yang PEDULI terhadap penegakkan kebenaran

saya optimistis jika hal-hal diatas bisa terwujud, KPK dan lembaga yudikatif lainnya tidak akan berpeluh keringat. say good bye to corruption😀

selain belajar dari DIY, kita juga bisa banyak belajar dari keberhasilan pemerintahan Rosulullah dan suksesornya dalam mensejahterakan umat. pada zaman rosulullah saw dan suksesornya, masyarakatnya juga majemuk, banyak suku dan banyak agama tapi kesejahteraan menjadi sebuah realita, bukan isapan jempol belaka. ada pada masa kekhalifaan tertentu, petugas zakat/infak/sodaqohnya bahkan harus berkeliling ke negara lain untuk mencari rakyat miskin karena tidak ada satupun rakyat miskin di wilayah teritori kekhilafaan tersebut! masihkah ada bantahan? pada masa Rosulullah dan suksesornya, ada banyak pemimpin-pemimpin BERANI yang hanya menjadi ‘antek-antek’ Sang Pencipta, sistem yang dipakai tidak memberikan celah bagi para tikus berdasi, supremasi hukum ditegakkan dan sangat jelas memberikan efek jera, dan masyarakatnya pun bukanlah masyarakat yang apatis terhadap perjuangan kebenaran. apa yang saya deskripsikan bukanlah utopia, tetapi realita. tidak percaya? silakan baca sejarah mengenai pemerintahan rosulullah dan para suksesornya.

apakah solusi saya bertendensi bermuara pada khilafah? silakan berasumsi sendiri. yang jelas, untuk menjadi bangsa yang besar kita harus banyak BELAJAR dari pendahulu-pendahulu kita sebelumnya. George Orwell, sastrawan Inggris, pernah berkata, “siapa yang menguasai sejarah, menguasai masa depan! yang menguasai masa kini, menguasai sejarah” that’s all😀

selamat untuk DIY, Istimewa luar dalam😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s