Sebuah Pengakuan

silakan baca dengan segala kerendahan hati (jauhkan dari sikap egois dan sombong):

bismillahirrohmanirrohim…

saya yang memulai, dan memang saya yang mengawali rasa ini, BUKAN DIA. jangan pernah menyalahkannya atau lebih tepatnya suudzon kepadanya (sebagian prasangka ialah dosa), karena saya yang memulai dan memang saya yang mengawalinya. saya yakin anda semua tau bahwa ghibah, fitnah, ataupun suudzon adalah dosa, jadi tolong jangan pernah melakukan itu lagi. saya pun mengakui bahwa apa yang saya mulai ini bisa berakibat fatal. lantas apakah itu dijadikan dasar untuk mencaci, membenci (dan saudara-saudaranya)? saya rasa tidak. saya tau anda semua orang-orang yang hebat tapi apakah anda semua orang-orang yang ma’shum (suci dari dosa)..?? absolutely no..! anda terlalu rajin mencari cermin untuk orang lain, namun apakah cermin tersebut pernah anda gunakan untuk diri anda sendiri? kalau belum, ada baiknya segera bercermin!

kita semua manusia yang berlumur dosa, dan alangkah bijaknya jika kita tidak berkutat pada permasalahan orang lain. justru kita harus menyibukkan diri untuk membenahi pribadi kita (menurut aa’ gym). kalau memang ada orang lain yang berbuat salah, justru kita harus merangkulnya, bukan malah menjatuhkannya (bertingkah layaknya anak kecil).

sekali lagi saya tegaskan, SAYA YANG MEMULAI DAN SAYA YANG MENGAWALI RASA INI. mohon maaf telah membuat anda semua memiliki kebiasaan ghibah, fitnah, dan suudzon untuk permasalahan ini. insyaAllah saya akan senantiasa memperbaiki diri saya. mari kita banyak-banyak beristighfar dan mempererat kembali silaturahmi ini. hanya sekadar mengingatkan:

  • Allah tidak akan memandang umatNya yang saling mencaci,tidak memaafkan, & yang memutuskan silaturahmi
  • walaupun menangis darah, doa orang yg memutuskan silaturahmi tidak akan pernah dikabulkan oleh Allah

maaf, maaf, maaf…terima kasih, terima kasih, terima kasih…

4 thoughts on “Sebuah Pengakuan

  1. hera says:

    sabar Ris….
    saya tau itu sulit dengan posisi anda sekarang..
    tp, segalah sesuatu punya konsekuensi Ris….

    buktikan, klo hal2 kya gtu ga akan membuat seorang aris goyah…

    #aku juga bingung deh sama org2 dskitarmu, hal gtu aja dpermasalahkan..
    aduhhh, please dehh… udah kya tindakan kriminal apaa gtu… sering jg aq dngar hal-hal tentang mu akhir-akhir ini loh….. mnurutku, drimu udah jd artis ris..#

    (uhmm, knp aq yg jd curhat…hoho)

    *semangat…..
    1 pesan ku, klo cuma masalah kya gtu, kisah nya berakhir….
    aihhhh, ga seru….hoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s