ISL vs LPI = Nurdin Halid vs Arifin Panigoro..?

sangat menarik mengamati dinamika yang terjadi terkait akan diadakannya kompetisi tandingan Indonesian Super League (ISL), yaitu Liga Primer Indonesia (LPI). LPI dicetus oleh salah satu pengusaha kondang Indonesia, Arifin Panigoro. Sampai saat ini, sudah 17 klub yang mendeklarasikan diri untuk tergabung di LPI.

LPI dibuat dalam rangka menciptakan kemandirian klub-klub sepak bola di Indonesia agar tidak selalu bergantung pada dana APBD. LPI ingin klub-klub di Indonesia benar-benar profesional. Untuk itu, Arifin Panigoro akan menggelontorkan dana miliaran rupiah pada klub sebagai dana awal agar tak menggerogoti Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun upaya tandingan dari Arifin Panigoro ini bukannya tanpa batu sandungan. Batu sandungannya jelas yaitu PSSI selaku pemegang otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia. PSSI dibawah komando Nurdin Halid menegaskan bahwa LPI ‘ilegal’ karena belum mendapat restu dari PSSI. Klub-klub yang mengikuti LPI akan dikenakan sanksi yang berat dari PSSI . selain itu, PSSI juga menyebut LPI sebagai kompetisi ecek-ecek.

“Kenapa? Karena sesuai aturan, yang berhak memberikan rekomendasi izin kerja itu adalah federasi resmi, dan itu adalah PSSI bukan LPI. Karena itu, saya pastikan, tidak akan ada pemain maupun wasit asing di kompetisi ‘tarkam’ tersebut.” ujar Nurdin Halid.

“Perseteruan” sepertinya masih akan terus berlanjut. Apalagi Arifin Panigoro juga menjadi salah satu kompetitor Nurdin Halid dalam memperebutkan tahta di PSSI. bagaimana akhir dari saga ini? ISL vs LPI = Nurdin Halid vs Arifin Panigoro? just wait and see..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s