Silaturahmi Dalam Kritik

“tidak akan masuk surga orang-orang yang memutuskan tali silaturahmi”. Itulah kalimat inspiratif saya dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari komunitas kehidupan untuk benar-benar hidup. Salah satu kepingan puzzle silaturahmi tersebut ialah ketika saya mengikuti kegiatan BUKA-SAHUR BERSAMA KELUARGA BESAR SMAN 1 UNGGULAN INDRALAYA UTARA. Membahagiakan rasanya bersua kembali dengan dengan sahabat-sahabat yang dulu bersama-sama mengukir tinta emas di lembaran sejarah SMAN 1 ULTRA. Namun kritikan tetaplah harus ada. Ibarat gula yang menjadi pemanis di pahitnya kopi, layaknya tetesan hujan di padang gersang.  Penyeimbang yang menampar keras kepuasan-kepuasan semu. Inilah bagian dari dinamika kehidupan.

OSIS / Panitia

yang menjadi sasaran tembak kritik saya kali ini adalah OSIS / Panitia. Ya OSIS, karena OSIS adalah representasi siswa-siswi yang menjadi teladan. Kesan pertama haruslah menggoda. Tapi kenyataan yang saya dapat tidaklah demikian. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah & bertemu dengan Sang Ketua OSIS, tidak nampak keramahan di raut mukanya. Justru kesan pertama yang saya dapatkan ialah ketidakpedulian. Begitu pun ketika saya dan teman saya hadir pada hari H. “Penyambutan”  yang diberikan lagi-lagi DINGIN. Bahkan beliau harus dipanggil dulu oleh salah seorang guru untuk “menyambut” kami, tidak ada INISIATIF. mungkin beliau sangat sibuk tapi sebagai insan yang baragama dan bermoral, menyambut tamu dengan sebaik-baiknya adalah kewajiban. Paling tidak menemui, bersalaman, dan sedikit berbasa-basi,

“selamat datang kak di sekolah yang dulu kakak besarkan. Maaf kak, saya sedang sibuk dan tidak bisa menemani. kalau ada perlu silakan hubungi saya atau teman-teman panitia lain.”

Itu hanya sekadar angan-angan saya. Ya hanya angan-angan karena sama sekali tidak terucap dari bibir beliau maupun panitia / anggota OSIS lainnya.

Hipotesis saya untuk kondisi ini ialah mereka belum memiliki ikatan emosional dengan alumni. Tapi bagi saya ini terdengar lucu😀. Memang benar mereka belum memiliki ikatan emosional dengan sebagian besar alumni, belum kenal, dan belum memiliki kenangan.

Justru inilah MOMEN yang paling tepat untuk membangun itu semua. Bangun ikatan emosional dengan alumni, berkenalan, dan jalin kenangan…!!!!!!!

apakah layak orang-orang yang tidak peduli & tidak ada inisiatif menyandang predikat sebagai siswa unggulan?

Sangat miris rasanya melihat kondisi ini. Apalagi kondisi ini justru  dimotori oleh OSIS.  MENYEDIHKAN…! Tapi tidaklah objektif rasanya kalau saya men-generalisir-nya. Masih ada adik-adik angkatan yang notabene belum kenal, justru memberikan sambutan yang hangat kepada saya dan rekan-rekan saya.  Mereka memberikan apresiasi kepada alumni. Secara personal mereka bertanya dan berbagi terkait hal-hal akademik. Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya untuk mereka🙂.

Selalu berbenah diri adalah kunci insan sejati. Ya..untuk adik-adik angkatanku, mari kita terus berbenah diri. Perbaiki mind-set yang selama ini mengekang nilai-nilai kebaikan anda.  Jadilah insan yang INISIATIF & PEDULI. Jadilah insan yang BERSIH, bersih secara moral dan perbuatan. Apalagi anda sebagai pengurus OSIS, representasi siswa teladan dan aktif. Saya yakin, anda orang-orang yang terpilih berikutnya untuk menorehkan tintas emas di lembaran sejarah SMAN 1 ULTRA selanjutnya. ya, BUKTIKAN ITU…!

12 thoughts on “Silaturahmi Dalam Kritik

  1. Intan Bellef Votan says:

    sebelumnya saya dan teman2 berterimakasih atas kedatangan kakak2 alumni pada acara mutiara ramadhan kemarin.

    dan saya mewakili teman2 meminta maaf bila pandangan kakak2 alumni pada panitia dan osis tahun ini begitu mengecewakan..

    saya juga meminta maaf krn kami tak dapat memberi sambutan khusus.
    kami sadar, kami begitu banyak kekurangan disana sini..
    mohon maaf, kami masih belajar..

    tapi saya juga berterimakasih atas kedatangan kakak2 alumni pada acara kemarin..
    saya merasa bangga krn saya bisa ikut membantu mengundang..

    sekali lagi saya dan teman2 memohon maaf yg sebesar2nya..
    dan terimakasih atas kritik dan kedatangannya.

  2. Rinaldo Oscar says:

    setujah bgt!!!
    setuju!!!

    tapi saya juga merasa senang sudah bisa berkumpul bersama2 teman2 adik2 klas, trutama kakak kelasnya!!!
    saya harap jalinan silaturahmi sesalu ada!!

    tu merupakan hari dimana tak kan mudah tuk dilupakan!! ^_^

  3. Feri says:

    ass.
    pp kabar kk ?

    *lebaran ke rumah
    wkwkwkwk

    yup
    dari perspektif saya sebagai seorang yg dulunya juga dibesarkan dari rumah kita tercinta “SMAN ULTRA”
    stelah membaca passage di ats, kya nya something yg ilang dari zaman kita dolo ialah rasa kekeluargaan . . .
    dari perspektif feri pribadi, ngerasa klo angkatan I ma II dolo bkan kya senior ma junior yg msti tkut, tapi udah kyak kakak ma adek . . .
    yg gak ada larangan or rasa segan buat . . . nyanyi2 bareng or maen gitar pas ishoma ma kk klas, or mkan satu meja pas break siang, trus dll lah
    yg ampe sekarang slah good domino effect nya, klo angktan 2 ktemu angktan 1 . . pasti mo slaman, at least negor . . .

    busaber . . .
    kmren udah mo ikut juga sih, tp ga bsa karna msh skit abis kecelakaan 1 hr sblomnya . . .

    *wah sbnernya mo belain panitia+OSIS nih . . tp karna yg dilawan “sesepuh sman ultra” + ketua osis pertama lgi …
    jadi aku plih pro aja deh ma kk catur . .
    wkwkwkw

    • shinichi aris says:

      waalaikumsalam wr wb

      alhamdulillah baik fer🙂
      hahaaa..ntar lebaran semuanya kumpul aja, angkatan I,II,dst..silaturahmi breng ke rumah guru2 sman ultra.
      oia, semoga lekas sembuh, kmrn dikabarin sma tmn2 angkatan II klo dirimu kecelakaan.

      substansinya ialah dekadensi nilai-nilai integritas (nilai-nilai moral & kekeluargaan). Itulah yang seharusnya menjadi titik persoalan yang harus segera dibenahi. pengajaran yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik tapi lebih kepada nilai-nilai terapan untuk menjadi insan yg ber-MORAL. dan kk yakin guru-guru sman ultra lebih paham dan berkompeten, apa yang harus diperbuat untuk membenahi persoalan ini.

      kk hanya menuangkan pemikiran dari apa yang kk rasakan terhadap fakta yang ada. bukan didasari sensitivitas pribadi, melainkan diniatkan untuk perbaikan ke depannya.

      “sesepuh”..?? wkwkwkwk..ngerasa jadi orang tua.

    • shinichi aris says:

      kalian adalah orang-orang yang dipilih ALLAH SWT untuk menjadi pribadi-pribadi unggul yang mengharumkan SMAN ULTRA. selama jantung masih berdetak, tidak ada kata menyerah untuk terus berbenah dan berbenah🙂
      SEMANGAAAAAAAAAAAAAAAAT..!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s