never grow up


seperti biasa, dzuhur berjamaah di masjid diramaikan oleh anak-anak kecil. kegaduhan mereka terkadang membuat saya tersenyum. saat seusia mereka, saya tak sempat merasakan sholat berjamaah di masjid.

selepas dzuhur berjamaah, mereka menyalami satu per satu jamaah yang lebih tua. setelah itu langsung membentuk lingkaran dengan jumlah tertentu, serupa dengan halaqah/liqo. mereka mengaji.

tak ada beban dan permasalahan pelik di pikiran mereka. hal itu tervisualisasi pada wajah-wajah yang masih polos. sekolah, mengaji, bermain, menangis, tersenyum, tertawa. itu semua dilakukan dengan ketulusan. siklus hidup yang indah.

sebuah video sepak bola komersil yang dibintangi oleh eric cantona pernah mengkampanyekan taglinenever grow up“. mungkin anak-anak itu tak perlu bertumbuh dewasa agar ketulusan itu tetap ada, agar siklus indah itu tetap terjaga.

dukung ahy

pilkada dki 2017 terlalu seksi untuk tak diikuti perkembangannya. itu yang saya rasakan. saya tak punya hak suara, tapi saya punya hak dukung dan itu saya berikan kepada agus harimurti yudhoyono (ahy).

memang majunya ahy di pilkada dki adalah sebuah kejutan. ada banyak kata “mengapa” yang beredar di pikiran. karena itu saya mencoba untuk mempelajari profilnya dalam perspektif positif.

akhir dari mempelajari profilnya berujung pada satu kata: “luar biasa” dan berujung pula pada dukungan kepada dirinya. riwayat pendidikan dan karir militernya sangat mengkilap. tak berlebihan bila ia disebut sebagai sosok yang cerdas, berintegritas dan berkompetensi.

politik praktis di negeri ini sangat membutuhkan keterlibatan orang-orang cerdas, berintegritas dan berkompeten secara masif. sudah terlalu lama orang-orang yang inkompetensi diberi ruang untuk mengurus negeri ini.

harus diakui, elektabilitasnya masih dibawah 2 kompetitor lain. posisinya adalah underdog. perlu diingat bahwa underdog berjuang dengan prinsip nothing to loose dan inilah yang kerap menghasilkan kejutan. 

mudah-mudahan ahy terpilih. bila tidak terpilihpun, keputusannya untuk terjun ke politik praktis telah menambah kuantitas orang cerdas, berintegritas dan berkompeten. sukses bang agus!

#bdg206

“dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi” ~ Pidi Baiq

206 tahun. wilujeng tepang tahun Bandung. kota perjuangan cinta dan cita. kota yang selalu menghadirkan kenangan dan kerinduan. semoga semakin bertumbuh dengan segala kebaikan.

wilujeng milangkala.

khazanah ideologi

malam ini, 5 september 2016, lini masa twitter dipenuhi propaganda menolak infiltrasi ideologi religius di salah satu kampus negeri. ada kekhawatiran bahwa akan ada potensi disintegrasi bila infiltrasi ini terus berlanjut. benar kah demikian?

sorry to say, menurut analisis sotoy saya, kekhawatiran itu berlebihan. eksesnya belum akan separah itu. apalagi infiltrasi itu terjadi di kampus, tempatnya para intelektual. memang sudah seharusnya para intelektual bergulat dengan hal-hal demikian.

biarlah negeri ini dipenuhi dengan khazanah ideologi (ideologi apapun itu selagi tidak kriminal). bila merasa terancam, ‘lawan’ secara fair (jangan cuma teriak di media sosial). cukup sebatas perang pemikiran, tak perlu berlanjut ke perang otot.

salam bhinneka tunggal ika.